ATLANTA – Tanjung Verde mencatat sejarah di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol 0-0 dalam laga Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara kepulauan tersebut.
Menghadapi salah satu tim unggulan juara dunia, skuad berjuluk Blue Sharks tampil dengan pertahanan disiplin dan organisasi permainan yang nyaris tanpa cela. Spanyol yang diunggulkan berhasil dibuat frustrasi oleh pertahanan rapat yang sulit ditembus.
Namun, sorotan utama dalam laga ini tertuju pada kiper Vozhinha yang tampil heroik di bawah mistar gawang. Penjaga gawang berusia 40 tahun kelahiran 3 Juni 1986 itu melakukan 7 penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan, menggagalkan setiap peluang berbahaya yang diciptakan Spanyol. Penampilannya yang luar biasa menjadi faktor kunci suksesnya Tanjung Verde mengamankan satu poin penting.
Vozhinha membuktikan bahwa usia 40 tahun bukanlah halangan untuk tampil gemilang di panggung terbesar dunia. Pengalaman dan ketenangannya di bawah mistar menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus oleh para pemain Spanyol.
Spanyol tercatat melepas 15 tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, namun semuanya berhasil dihalau oleh Vozhinha. Penampilannya yang luar biasa menjaga gawang tetap perawan hingga peluit akhir berbunyi, sekaligus memperkuat status Tanjung Verde sebagai salah satu tim kejutan di turnamen ini.
Keberhasilan ini disambut meriah oleh para suporter Tanjung Verde yang memenuhi stadion. Sorak-sorai dan euforia pun meledak di berbagai sudut.
Tak hanya di dalam stadion, euforia ini juga meledak di dunia maya. Akun Instagram pribadi Vozhinha yang sebelumnya hanya dikenal oleh segelintir penggemar, kini melonjak drastis pengikutnya, yang sebelumnya hanya memiliki sekitar 50 ribu pengikut, kini menyentuh angka 5 juta pengikut hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pertandingan berakhir.
Kebanggaan masyarakat Tanjung Verde terhadap pencapaian bersejarah ini pun tampak nyata, menjadikan hasil imbang melawan Spanyol sebagai momen yang tak akan pernah terlupakan dalam perjalanan sepak bola negara mereka.
(Sumber – beritasatu)

