Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Wasit Somalia Dideportasi AS, UEFA Tunjuk Pimpin Laga Super Eropa

CORTARA.id – Wasit asal Somalia, Omar Artan, dideportasi oleh otoritas Amerika Serikat saat hendak bertugas di Piala Dunia 2026. Ia ditolak masuk, ditahan, dan menjalani interogasi intensif selama 11 jam di Bandara Miami sebelum akhirnya dipulangkan paksa melalui penerbangan menuju Turki.

Otoritas AS mengklaim adanya indikasi keterkaitan Artan dengan jaringan organisasi teror, namun tidak membeberkan bukti konkret kepada publik. Sekembalinya ke Somalia pada Rabu (10/6), Artan disambut meriah oleh masyarakat setempat yang menganggapnya sebagai pahlawan.

Perlakuan diskriminatif terhadap wasit terbaik Afrika tersebut menuai kecaman global. Kepala Hak Asasi Manusia PBB secara terbuka mengkritik kebijakan imigrasi AS yang dinilai mencederai semangat sportivitas dunia.

Setelah insiden deportasi tersebut, UEFA resmi menunjuk Artan untuk memimpin laga Piala Super Eropa 2026 di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang. Ia akan memimpin pertandingan antara juara Liga Champions, Paris Saint-Germain, melawan kampiun Liga Eropa, Aston Villa.

“Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormat kami kepada Omar serta kemampuan kepemimpinannya yang luar biasa di atas lapangan,” tegas Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, dalam pernyataan resminya, Kamis (11/6/2026).

Penunjukan Artan oleh UEFA menjadi bentuk dukungan moral dan pengakuan atas profesionalitasnya di tengah insiden deportasi yang menimpanya. Publik sepak bola global berharap wasit asal Somalia ini dapat memimpin laga dengan baik tanpa terbebani pengalaman pahit yang baru dialaminya.

(Sumber – CNN)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *