Cortara - Indonesia Online News Logo Small

AS dan Iran Dikabarkan Hampir Capai MoU Damai, Trump Beri Sinyal yang Bertolak Belakang

WASHINGTON – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan hampir mencapai kesepakatan damai berupa nota kesepahaman (MoU) satu halaman yang bertujuan mengakhiri perang sekaligus membuka jalan menuju negosiasi nuklir yang lebih rinci. Dalam rancangan yang tengah dibahas, Iran akan berkomitmen pada moratorium pengayaan uranium, sementara AS akan melonggarkan sanksi serta mencairkan miliaran dolar dana Iran yang selama ini dibekukan.

Di tengah kabar tersebut, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang dinilai bertolak belakang. Di satu sisi ia mengklaim pembicaraan dengan Teheran menunjukkan perkembangan positif, namun di sisi lain ia juga mengeluarkan ancaman jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin bahwa kami akan mencapai kesepakatan,” ujar Trump kepada wartawan pada Rabu (6/5/2026) waktu setempat.

“Jika Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, perang akan berakhir. Jika tidak, pemboman akan dilanjutkan pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi,” tegasnya.

Pernyataan Trump muncul setelah AS menghentikan sementara operasi militernya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah itu diambil guna memberi ruang bagi negosiasi baru dengan Iran setelah kebuntuan selama beberapa pekan terakhir.

Menurut laporan media AS, Axios, sejumlah pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran tengah membahas MoU satu halaman tersebut. Tanggapan Iran atas sejumlah poin kunci diharapkan diterima dalam 48 jam ke depan. Meski belum ada kesepakatan final, sumber-sumber menyebut situasi ini sebagai titik terdekat menuju kesepakatan sejak konflik dimulai.

Namun respons dari Teheran masih terkesan dingin. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan proposal terbaru AS masih dalam tahap peninjauan. Iran akan menyampaikan posisi resminya kepada mediator Pakistan setelah seluruh pembahasan internal selesai.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf justru menuding AS berupaya memaksa Teheran menyerah lewat tekanan militer dan ekonomi.

“Washington berupaya, melalui blokade angkatan laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media, untuk menghancurkan kohesi negara guna memaksa kami menyerah,” ujarnya.

Trump juga mengklaim Iran nantinya akan menyerahkan uranium yang diperkaya kepada AS, meski belum menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme kesepakatan itu akan dijalankan.

Pernyataan tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar. Bursa saham AS menguat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup di rekor tertinggi baru setelah investor melihat peluang tercapainya terobosan diplomatik. Namun situasi di kawasan masih jauh dari stabil. Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat setelah kedua pihak saling menuding melakukan serangan terhadap kapal di jalur perdagangan minyak paling vital dunia itu.

(Sumber – CNBC)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *