BEKASI – Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya dan satu rangkaian KRL yang sedang berhenti di peron. Insiden ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, rangkaian awal kejadian bermula ketika sebuah KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak taksi listrik Green SM yang terhenti di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 di daerah Bulak Kapal. Akibatnya, rangkaian KRL tersebut harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berjalan di luar jadwal reguler.
Petugas kemudian memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga akhirnya terlibat insiden dengan KRL yang sedang berhenti tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
“Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh,” kata Dudy dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).
Ia menegaskan Kemenhub memberi ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan.
“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api,” katanya.
Proses evakuasi korban dinyatakan selesai dilakukan oleh Basarnas. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan tidak ada korban yang masih terjebak dalam rangkaian kereta. PT KAI saat ini masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur.
(Sumber – CNN)

