ACEH TAMIANG – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan fasilitas pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh Tamiang menuai sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan proyek tersebut berjalan di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana yang melanda daerah itu.
Sejumlah warga menilai perhatian pemerintah seharusnya lebih difokuskan pada percepatan pemulihan kebutuhan dasar dan pemulihan ekonomi masyarakat yang hingga kini masih merasakan dampak pascabencana. Di berbagai wilayah terdampak, sebagian warga masih berhadapan dengan persoalan pemulihan tempat tinggal, akses ekonomi, serta infrastruktur yang belum sepenuhnya kembali normal.
Di saat kebutuhan pemulihan masih menjadi pekerjaan besar, pembangunan Kopdes dan pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program MBG memunculkan pertanyaan mengenai prioritas penggunaan anggaran dan arah kebijakan pemerintah di tingkat daerah. Kedua program tersebut memang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa dan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun sebagian warga mempertanyakan urgensinya ketika kebutuhan pemulihan pascabencana masih dirasakan secara langsung.
Sorotan semakin menguat setelah video pembangunan tersebut beredar luas di media sosial. Banyak warganet menilai pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak telah terpenuhi sebelum menjalankan proyek-proyek baru yang tidak berkaitan langsung dengan penanganan pascabencana.
Di sisi lain, pemerintah menyebut Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi desa, sementara pembangunan dan operasional SPPG ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Aceh Tamiang sendiri tercatat menjadi salah satu daerah yang telah memiliki sejumlah SPPG untuk menunjang program tersebut.
Namun bagi sebagian warga, manfaat jangka panjang dari berbagai program itu dinilai tidak akan berarti jika persoalan yang mereka hadapi saat ini belum terselesaikan. Mereka berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan fasilitas baru, tetapi juga pada percepatan pemulihan kehidupan masyarakat yang masih terdampak.

