Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Pertamina Mulai Jual Bioavtur dari Minyak Jelantah, Dorong Target Net Zero Emission 2060

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi memulai produksi komersial bahan bakar penerbangan ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku limbah minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) sejak Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk merespons permintaan pelanggan di industri penerbangan yang ingin beralih ke energi lebih hijau.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan bahwa Kilang Cilacap saat ini telah mampu memproduksi SAF dari UCO dalam skala komersial. “Pada bulan Maret 2026 ini, kilang Pertamina Patra Niaga merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF guna memenuhi permintaan pelanggan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Sepanjang Maret 2026, perusahaan mencatat total produksi mencapai sekitar 45 ribu barel SAF yang telah memenuhi standar kualitas internasional. Produk tersebut kemudian didistribusikan melalui jalur laut dari pelabuhan Kilang Cilacap menuju dua bandara utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai, Bali.

“Sesuai demand bulan Maret, sekitar 45 ribu barrel PertaminaSAF yang telah memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan sebagai CORSIA Eligible Fuel (CEF) selanjutnya dikirimkan kepada pelanggan melalui kapal (vessel) dari pelabuhan Kilang Cilacap ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta pada akhir Maret 2026,” jelasnya.

Proses produksi dimulai dari penyediaan bahan baku minyak jelantah yang telah tersertifikasi International Sustainability Carbon Certification (ISCC), kemudian diolah di fasilitas Green Refinery Kilang Cilacap. Produk yang dihasilkan juga dipastikan memenuhi standar internasional Defence Standard (DEFSTAN) 91-091 untuk spesifikasi avtur serta ketentuan regulasi domestik.

“Produksi ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai pioneer produsen SAF di Indonesia dan Regional,” ungkap Roberth.

Inisiatif pengembangan energi ramah lingkungan berbasis limbah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung transisi energi nasional. Melalui komersialisasi SAF, Pertamina berupaya mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060. “Ini juga sekaligus memperkuat posisi Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional dan sesuai roadmap untuk menuju Net Zero Emission tahun 2060,” tandasnya.

Keberhasilan produksi komersial ini menandai babak baru industri penerbangan Indonesia yang mulai beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan berbasis limbah rumah tangga, sekaligus membuka peluang ekspor SAF ke pasar regional di masa depan.

(Sumber – CNBC)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *