JAKARTA — Keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap meninggalkan forum tersebut apabila Indonesia tidak dapat berkontribusi dalam upaya memperjuangkan perdamaian bagi Palestina. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis usai pertemuannya dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).
“Janjinya kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur,” kata Cholil Nafis.
Menurut Cholil, komitmen Prabowo terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah diplomasi yang diambil Indonesia. Ia menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap isu Palestina tidak berubah.
“Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, maka dia akan mundur,” ujarnya.
Pernyataan tersebut, kata Cholil, juga pernah disampaikan Prabowo sebelumnya setelah pertemuan mereka pada 3 Februari 2026 di Istana Kepresidenan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Majelis Syuro Front Persaudaraan Islam (FPI) Muhammad Hanif Alatas turut menyampaikan surat dari Rizieq Shihab kepada Presiden Prabowo. Surat tersebut berisi dorongan agar Indonesia mempertimbangkan untuk keluar dari BoP.
Meski demikian, Hanif mengaku tidak meragukan komitmen Prabowo dalam mendukung perjuangan Palestina. Namun ia menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Amerika Serikat dan Israel.
“Nabi-nabi saja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuman kita manusia biasa,” kata Hanif usai pertemuan tersebut.
Hanif juga menyebut Prabowo membuka kemungkinan mundur dari BoP jika forum itu dianggap tidak lagi sejalan dengan upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Pernyataannya seperti itu. Tapi kita tetap enggak perlu nunggu itu, dari sekarang aja, orang udah terbukti kok Amerika dari dulu nggak bisa dipercaya,” ujarnya.
Selain isu tersebut, Hanif menyampaikan pesan lain dari Rizieq Shihab agar Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khomenei. Menurutnya, Iran merupakan negara sahabat Indonesia yang membutuhkan dukungan setelah mendapat serangan dari Israel dan Amerika Serikat.
“Kita minta Presiden jangan hanya mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan belasungkawa, tapi kita minta supaya Presiden sampaikan belasungkawa secara terbuka. Karena bagaimanapun negara sahabat, negara sahabat. Ya jadi dan kita kira Iran butuh didukung dalam hal membela kedaulatannya,” ujarnya.
(Sumber – CNN)

