JAKARTA – PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih perdana sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026, membalikkan posisi rugi Rp367 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah perseroan.
Direktur Utama Gojek Tokopedia, Hans Patuwo, menyatakan bahwa laba bersih ini merupakan hasil dari kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, serta menciptakan nilai bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi, dan mitra usaha.
“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” ungkap Hans dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
Pendapatan perseroan tumbuh 26 persen menjadi Rp5,3 triliun, seiring dengan pertumbuhan GTV inti grup yang naik menjadi Rp138 triliun. Total GTV GOTO tercatat Rp236 triliun, tumbuh 63 persen dibanding periode sebelumnya.
EBITDA Grup yang disesuaikan tercatat sebesar Rp907 miliar, tumbuh 131 persen. GOTO menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang tahun ini mencapai Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Sepanjang kuartal I-2026, GOTO juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan yang positif sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis dan disiplin biaya. Imbal jasa e-commerce dari Tokopedia tercatat mencapai Rp288 miliar.
Direktur Keuangan Gojek Tokopedia, Simon Ho, menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis fintech maupun layanan on-demand. Strategi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai membuahkan hasil dengan menurunkan biaya layanan.
“Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services. Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil. Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun,” ujar Simon Ho.
Hans Patuwo menambahkan bahwa perseroan berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini dan optimis dapat terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Indonesia. GOTO akan terus berupaya mendorong pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan serta investasi berkelanjutan pada bisnis yang mendukung target perseroan.
(Sumber – Detik)

