Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Aksi Asusila Sesama Jenis di Perpustakaan PNJ, Ayah Pelaku Sujud Minta Maaf di Depan Ratusan Mahasiswa

DEPOK – Dua mahasiswa kedapatan berciuman di selasar perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Insiden yang terekam video itu viral dan memicu sidang terbuka di lapangan kampus Beji, Depok, pada Selasa (2/6/2026) malam.

Suasana haru mewarnai forum tersebut ketika ayah salah satu pelaku bersujud di hadapan ratusan mahasiswa dan memohon maaf atas perbuatan anaknya.

“Saya memohon maaf kepada institusi yang hebat ini. Saya mohon maaf kepada teman-teman semua. Malu saya, malu,” ujarnya sambil bersujud.

Dalam forum yang sama, dua mahasiswa berinisial AZ dan AW turut hadir memberikan klarifikasi serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. AZ merupakan mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga PNJ angkatan 2025, sementara AW diketahui bukan mahasiswa PNJ.

Keduanya diminta menjelaskan kronologi kejadian melalui pengeras suara di hadapan ratusan mahasiswa dan petinggi kampus.

Humas PNJ, Dhika, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan pihak kampus telah menetapkan tindakan tegas terhadap mahasiswa yang terlibat, dengan sanksi maksimal berupa pemberhentian.

“Dari pimpinan PNJ sudah menetapkan tindakan tegas dan paling maksimal diberhentikan sesuai peraturan pendidikan dan kode etik mahasiswa PNJ untuk yang bersangkutan,” tutur Dhika saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ, Muhammad Raffel Adyatma, mengatakan forum dialog terbuka ini digelar untuk menampung aspirasi mahasiswa yang merasa resah atas kejadian tersebut.

“Dialog ini diperuntukkan bagi teman-teman mahasiswa agar bisa menyampaikan keresahan dan mendengarkan langsung kronologi dari pelaku serta permohonan maaf atas tindakan asusila yang dilakukan di lingkungan kampus,” kata Raffel.

Menurut Raffel, sanksi paling berat yang dapat dijatuhkan kepada pelaku adalah drop out (DO). Kedua mahasiswa yang terlibat diketahui masih berstatus mahasiswa semester dua.

Mahasiswa berharap pihak kampus dapat mengambil keputusan yang adil dan tegas guna menjaga keamanan, kenyamanan, serta nama baik institusi pendidikan.

(Sumber – Kumparan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *