CORTARA.id – Media sosial legendaris era 2000-an, Friendster, resmi bangkit dari kubur. Platform yang sempat tutup bertahun-tahun kini dapat diunduh oleh pengguna iPhone melalui App Store.
Programmer asal Philadelphia, Mike Carson, membeli domain Friendster dan mengamankan hak merek dagangnya sejak tahun lalu. Aplikasi berukuran 5,9 MB yang dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. ini sudah tersedia untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas. Hingga Rabu (29/4/2026), aplikasi tersebut menempati posisi ke-52 di chart sosial networking App Store.
“Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io, dan bahwa saya pernah berkorespondensi dengannya sebelumnya melalui email,” kata Carson dalam unggahan blognya, Senin (27/4/2026).
“Kami mencapai kesepakatan di mana saya memberinya US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin dan sebuah domain yang menghasilkan sekitar US$9 ribu per tahun dari pendapatan iklan, dan dia memberi saya domain Friendster.com,” tambah Carson.
Friendster pada masa jayanya memiliki lebih dari 115 juta pengguna terdaftar, sebagian besar di kawasan Asia-Pasifik. Pada 2009, MOL Global membeli Friendster dengan nilai dilaporkan US$26,4 juta.
Carson menjelaskan visinya membangun ulang Friendster sebagai ruang positif yang bebas dari iklan, algoritma, dan penjualan data ke pengiklan.
“Hari ini saya merasa bahwa jejaring sosial memicu banyak hal negatif, tapi saya ingat Friendster sebagai pengalaman yang sangat positif dan menyenangkan,” tulis Carson.
“Saya ingin menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang akan dinikmati dan dianggap berguna oleh orang-orang,” tambahnya.
Keunikan Friendster versi baru ini terletak pada sistem penambahan teman. Pengguna harus menyentuhkan ponsel secara fisik untuk terhubung dengan orang lain. Carson menjelaskan bahwa sistem ini akan mendorong orang untuk bertemu secara langsung dan memastikan pengguna terhubung dengan orang sungguhan.
“Ide bahwa satu-satunya cara untuk berteman di Friendster adalah dengan menyentuhkan ponsel itu menyenangkan karena akan mendorong orang untuk bertemu secara langsung,” kata Carson.
“Hal itu juga akan memastikan bahwa Anda terhubung dengan orang sungguhan, dan orang-orang yang benar-benar ingin Anda hubungi,” imbuhnya.
Saat ini, aplikasi hanya tersedia untuk perangkat iOS. Carson mengaku sedang mengerjakan versi Android dan berencana mengembalikan versi web setelah proses integrasi aplikasi selesai. Tidak ada versi web untuk sementara waktu karena diturunkan untuk keperluan integrasi.
(Sumber – CNN)

