Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Harga Telur Terus Anjlok ke Rp18 Ribu/kg, Peternak Ayam Petelur Tertekan Kenaikan Harga Pakan

KENDAL – Harga telur di tingkat peternak kembali mengalami penurunan di tengah kenaikan harga pakan, membuat peternak ayam petelur menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin berat. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kerugian besar hingga mengancam keberlangsungan usaha peternak.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengatakan harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp18.000–Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Eceran Pemerintah (HEP) sekitar Rp24.000 per kilogram. Menurutnya, selisih tersebut membuat peternak merugi hingga sekitar Rp6,6 juta per bulan untuk setiap 1.000 ekor ayam petelur.

“Biaya produksi sudah tidak sebanding dengan harga jual. Dengan kondisi seperti sekarang, peternak rata-rata mengalami kerugian sekitar Rp6,6 juta per bulan untuk setiap 1.000 ekor ayam petelur,” ungkap Suwardi, Selasa (30/6/2026).

Di sisi lain, biaya produksi terus meningkat akibat kenaikan harga pakan yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurut Suwardi, industri pakan masih bergantung pada bahan baku impor sehingga fluktuasi kurs langsung berdampak pada biaya yang harus ditanggung peternak.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Pangan yang telah menyiapkan solusi. Setelah libur sekolah berakhir, telur peternak direncanakan kembali diserap untuk kebutuhan dapur MBG dengan harga sekitar Rp26.000 per kilogram. Selain itu, gerakan aparatur sipil negara (ASN) membeli telur juga dinilai membantu menopang permintaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi mengatakan penurunan harga telur merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap memasuki bulan Suro atau Muharam. Berkurangnya hajatan masyarakat serta berhentinya sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG menyebabkan permintaan telur menurun. Pemerintah berharap berbagai langkah stabilisasi yang telah disiapkan dapat memulihkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha peternak.

(Sumber – halosemarang)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *