Cortara - Indonesia Online News Logo Small

140 Calon Pengantin di Bandung Jadi Korban Penipuan WO, Kerugian Capai Rp2,4 Miliar

BANDUNG – Sebanyak 140 calon pengantin menjadi korban penipuan wedding organizer (WO) yang beroperasi di wilayah Cipedes, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Para korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat pada Sabtu (6/6/2026).

Salah satu korban, Sunsun Nugraha Tasdik, mengaku telah membayar Rp70 juta kepada WO tersebut untuk pernikahan yang rencananya digelar pada 21 Juni mendatang. Namun, pihak WO kini menghilang dan tidak bisa dihubungi.

“Bayar full 100 persen dan memang rata-rata orang-orang ini atau calon pengantin yang tertipu juga semua diiming-imingi harga yang murah karena mengikuti promo yang dia jual. Tapi dengan syarat harus ada minimum pembayaran 50 persen atau ada potongan lagi ketika ada pembayaran 100 persen. Akhirnya rata-rata calon pengantin ini membayar lunas, termasuk yang untuk bulan Mei 2027,” kata Sunsun saat dihubungi, Minggu (7/6/2026).

“(Rugi) Kalau saya pribadi di Rp70 jutaan,” lanjutnya.

Sunsun dan para korban lainnya telah membentuk forum untuk menindaklanjuti kasus ini. Berdasarkan pendataan, total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp2,4 miliar.

“Kalau secara keseluruhan korban, calon pengantin dan vendor yang sudah masuk ke forum yang kami bentuk kemarin, total kerugiannya hampir Rp2,4 miliar,” ucapnya.

Sunsun mengungkapkan bahwa para korban sangat kecewa karena banyak dari mereka mengumpulkan uang dari gaji selama bertahun-tahun hanya untuk menikah.

“Yang jelas semua pasti kaget dan kecewa. Ketika kami membuka forum, banyak teman-teman yang sangat kecewa karena mereka mengumpulkan uang dari gajinya selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban dan saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

“Kami sampaikan bahwa informasi terkait adanya laporan dari korban WO bodong di Majalaya itu, saya membenarkan,” katanya.

Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, para calon pengantin yang sebagian besar sudah membayar lunas kini hanya bisa berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat ditangkap. Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap promo-promo yang terlalu menggiurkan dari wedding organizer.

(Sumber – Kumparan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *