JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Pada penutupan sesi pertama, indeks melompat 4,82 persen atau menguat 257 poin ke level 5.599,74. Bahkan sempat menyentuh titik tertinggi di level 5.627 atau naik lebih dari 5 persen.
Pergerakan liar IHSG pekan ini menunjukkan pasar domestik masih dalam fase mencari keseimbangan setelah tekanan jual besar dalam beberapa sesi terakhir. Secara teknikal maupun psikologis, rebound tajam saat pembukaan lebih mencerminkan aksi bargain hunting dibandingkan perubahan sentimen secara menyeluruh.
Lonjakan IHSG terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penopang utama dengan kontribusi 26,66 indeks poin. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berkontribusi sekitar 22 poin, disusul Bank Mandiri (BMRI) +18,77 poin, Bank Central Asia (BBCA) +18,73 poin, dan Astra International (ASII) +9,97 poin.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa pasar mulai melihat valuasi sejumlah saham big caps sebagai area yang menarik setelah koreksi dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan saham telekomunikasi, ritel, hingga komoditas juga membantu menopang sentimen pasar.
TLKM sendiri menguat setelah perusahaan mengumumkan dividen dengan imbal hasil menarik. TLKM akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 setara 123 persen atau sejumlah Rp21,9 triliun, termasuk Rp4,2 triliun dari laba ditahan tahun sebelumnya. Dividen tunai yang dibagikan setara Rp221 per saham, dengan imbal hasil sekitar 9 persen berdasarkan harga penutupan kemarin.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini.
IHSG juga terdorong menyusul pertemuan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), dan sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan lainnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Turut hadir Ketua Himbara yang juga Dirut BNI Putrama Wahju Setiawan, Ketua Perbanas yang juga Dirut BRI Hery Gunardi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.
“Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air,” ujar Dasco.
Ia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai situasi perbankan dari Himbara dan Perbanas, yang menurutnya perkembangannya sangat bagus.
Di sisi eksternal, sentimen relatif lebih kondusif dibandingkan saat gelombang jual sebelumnya. Rupiah memang masih berada di sekitar Rp18.160 per dolar AS, tetapi pelemahannya mulai terbatas. Kondisi ini sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan lanjutan di pasar keuangan domestik.
Rebound IHSG ini masih perlu dicermati karena pergerakannya lebih didorong oleh aksi beli saham murah setelah koreksi tajam, belum sepenuhnya karena perbaikan fundamental jangka panjang. Pasar masih akan bergantung pada perkembangan geopolitik global dan keyakinan investor terhadap ketahanan fiskal Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.
(Sumber – CNBC)

